Pendekatan dalam Ilmu Geografi: Keruangan, Kelingkungan, dan Kompleks Wilayah

Tiga pendekatan utama geografi: keruangan (analisis struktur ruang), kelingkungan (keterkaitan fenomena dengan variabel lingkungan), dan kompleks wila
Anonymous
Pendekatan dalam Ilmu Geografi: Keruangan, Kelingkungan, dan Kompleks Wilayah

Pendekatan dalam Ilmu Geografi: Keruangan, Kelingkungan, dan Kompleks Wilayah

Geografi merupakan pengetahuan yang mempelajari fenomena geosfer dengan menggunakan pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Berdasarkan definisi geografi tersebut ada dua hal penting yang perlu dipahami, yaitu:

  1. Obyek studi geografi (fenomena geosfer yang meliputi litosfer, hidrosfer, biosfer, atmosfer, dan antroposfer)
  2. Pendekatan geografi

Mendasarkan pada obyek material ini, geografi belum dapat menunjukkan jati dirinya. Sebab, disiplin ilmu lain juga memiliki obyek yang sama. Perbedaan geografi dengan disiplin ilmu lain terletak pada pendekatannya. Sejalan dengan hal itu Hagget (1983) mengemukakan tiga pendekatan, yaitu:

  1. Pendekatan keruangan
  2. Pendekatan kelingkungan
  3. Pendekatan kompleks wilayah

A. Pendekatan Keruangan

Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksistensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), dan proses (spatial process).

Struktur Keruangan:

Berkenaan dengan elemen-elemen pembentuk ruang dalam tiga bentuk utama:

  1. Kenampakan titik (point features)
  2. Kenampakan garis (line features)
  3. Kenampakan bidang (areal features)

Pertanyaan Analisis:

  1. What? Struktur ruang apa itu?
  2. Where? Dimana struktur ruang tersebut berada?
  3. When? Kapan struktur ruang tersebut terbentuk seperti itu?
  4. Why? Mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu?
  5. How? Bagaimana proses terbentuknya struktur seperti itu?
  6. Who suffers what dan who benefits whats? Bagaimana struktur keruangan tersebut didayagunakan untuk kepentingan manusia.
Contoh Penerapan:

Analisis banjir dan tanah longsor di kawasan hulu sungai Konto Pujon Malang dengan zonasi wilayah berdasarkan karakteristik kelerengannya dan menentukan pemanfaatan zona tersebut untuk keperluan yang tepat.


B. Pendekatan Kelingkungan (Ecological Approach)

Dalam pendekatan ini penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang, namun pada keterkaitan antara fenomena geosfer tertentu dengan variabel lingkungan yang ada.

Kerangka Analisis:

  1. Mengkaitkan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan alam
  2. Mengkaitkan fenomena yang didalamnya terliput fenomena alam beserta relik fisik tindakan manusia
  3. Mengkaitkan perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan
Contoh Penerapan:

Masalah banjir dan tanah longsor di Ngroto Pujon Malang dipelajari dengan mengidentifikasi kondisi fisik, gagasan masyarakat setempat, sistem budidaya, dan menganalisis hubungan antara sistem budidaya dengan dampak yang ditimbulkan.


C. Pendekatan Kompleks Wilayah

Permasalahan yang terjadi di suatu wilayah tidak hanya melibatkan elemen di wilayah itu. Permasalahan itu terkait dengan elemen di wilayah lain, sehingga keterkaitan antar wilayah tidak dapat dihindarkan.

Karakteristik:

  • Merupakan kombinasi antara pendekatan keruangan dan pendekatan kelingkungan
  • Kajian bersifat horisontal (menekankan pada keruangan) dan vertikal (menekankan pada aspek kelingkungan)
  • Menekankan pada analisis multivariate (banyak variabel)
Contoh Penerapan:

Permasalahan urbanisasi dipecahkan dengan menerapkan pendekatan keruangan dan kelingkungan, serta menganalisis keterkaitan antara faktor-faktor di wilayah desa dengan di kota.


Arti Penting Pendekatan dalam Paradigma Geografi

Tiga Macam Bentuk Pendekatan:

1. Keruangan:

Analisis yang perlu diperhatikan adalah penyebaran, penggunaan ruang dan perencanaan ruang.

2. Kelingkungan:

Menerapkan konsep ekosistem dalam mengkaji suatu permasalahan geografi.

3. Kewilayahan:

Mengkaji penyebaran fenomena, gaya dan masalah dalam ruangan, interaksi antar variabel manusia dan variabel fisik lingkungannya.

Kesimpulan:

Pendekatan keruangan, pendekatan kelingkungan dan pendekatan kewilayahan dalam kerjanya merupakan satu kesatuan yang utuh. Pendekatan yang terpadu inilah yang disebut pendekatan geografi. Penerapan pendekatan geografi terhadap gejala dan permasalahan dapat menghasilkan berbagai alternatif pemecahan.

Post a Comment

Mohon Tulis Komentar nya untuk perbaikan ke depan nya :) serta gunakan lah kata y positif dan membangun dan hindarilah penggunaan kata yang sara dan tidak relevan