Pentingnya Dukungan Emosional dalam Menghadapi Risiko
Setiap orang dalam melakukan kegiatan/aktivitas tentu sudah memutuskan dan siap menerima risiko yang akan terjadi ketika mereka melakukan itu. Hanya orang-orang yang tidak atau lupa menggunakan otaknya saja yang tidak memikirkan hal ini. Ketika akan mengambil suatu kegiatan, mereka harus belajar dan mengkondisikan risiko yang akan diterima dengan kemampuan yang dimiliki untuk menerima hal itu.
Dukungan yang Dibutuhkan
Saya tidak mengatakan bahwa saya tidak memikirkan hal itu sebelum mengambil kegiatan yang akan saya lakukan. Namun, di balik itu, tentu ada beberapa orang yang membutuhkan orang lain untuk membantunya berdiri (bangkit dari masalah). Apakah itu orang tua, guru, sahabat, teman, pacar, atau siapa pun orangnya bagi orang tersebut.
Peran Penting Pendamping
Kepada orang-orang [ORANG TUA, GURU, SAHABAT, TEMAN, PACAR, dll] yang akan membantu dia [yang mengambil kegiatan], ketika ia minta bantuan kepada mu—apakah berupa saran, komentar, atau hanya sebagai tempat ia bercerita untuk meluapkan apa yang ia rasakan.
Yang Tidak Dibutuhkan:
Bagi dia [yang mengambil kegiatan], mereka tidak butuh kamu ingatkan risiko dalam mengambil kegiatan tersebut. Jika kamu ingatkan risikonya, maka bagi dia seakan-akan kamu menyuruh dia untuk berhenti berusaha dan tidak melakukan hal yang luar biasa.
Coba kamu [penyemangat dia] pikirkan: ketika kamu hanya suguhkan dan ingatkan kembali risiko yang besar ketika hal itu ia lakukan, sungguh menyakitkan bagi dia untuk bicara dengan mu. Dan kamu di sana secara tidak sadar telah mengajarkan kepadanya untuk berhenti berusaha dan tidak mau mengambil risiko. Kamu secara tidak langsung mengajarkan kepadanya sikap untuk tidak bertanggung jawab, mudah menyerah, dan frustrasi.
Yang Sangat Dibutuhkan:
Bagi dia [yang mengambil kegiatan], yang mereka butuhkan adalah kamu semangati dia, kamu buat dia semakin tegar dan semakin kuat untuk melanjutkan apa yang ia pilih dan apa yang telah ia mulai.
Contoh Dialog yang Membangun
Dialog:
Dia: "Aku capek dengan kegiatan itu, aku lelah, aku tidak kuat lagi."
Kamu: "Ini baru langkah awal, jangan mudah menyerah. Masih panjang perjalanan yang akan kita jalani."
Dia: "Tapi aku benar-benar tidak kuat lagi."
Kamu: "Tenang saja, di balik kegelapan masih ada cahaya di ujung sana. Untuk memasuki gua awalnya memang gelap, semakin masuk ke dalam maka akan semakin gelap. Tapi gua itu juga ada batasnya, ia tidak akan terus menjadi gua sampai ujung dunia. Setelah melewati gua tersebut akan ada cahaya yang lebih indah, yang tidak semua orang mampu. Kamu sungguh luar biasa [NAK, KAWAN, SAHABAT, SAYANG KU, dll.] telah berani untuk memulai, itu sudah luar biasa. Jangan bersedih."
Dia: (tanpa bicara hal apapun lagi, dengan kata-kata itu saja akan membuat ia semangat dan semakin kuat untuk melangkah lagi)
Pesan untuk Kamu yang Menghadapi Masalah
- Dengan kamu menghadapi keadaan seperti itu, tenang saja dengan keadaan kamu seperti saat ini. Kamu akan tahu mana orang-orang yang benar-benar sayang dan orang-orang yang ingin kamu sukses.
- Dengan masalah ini, kamu akan belajar mana orang yang hanya lewat saja dalam hidupmu dan orang yang akan menetap dalam hidupmu.
Pesan untuk Kamu yang Menjadi Penyemangat
- Dengan DIA menghadapi masalah itu, ia akan lebih terbuka dan lebih percaya dari sebelumnya kepada mu.
- Dia akan sadar bahwa kamu termasuk orang-orang berharga baginya. Tetap buat Dia terus berusaha ya.
Kesimpulan:
Dalam menghadapi risiko dan tantangan, dukungan emosional yang tepat jauh lebih berharga daripada sekadar mengingatkan risiko. Jadilah pendukung yang membangun, bukan penghalang yang menghentikan.